Sabtu, 08 Agustus 2009

Spritualitas Anak Cucu Adam (GIBRAN) AFORISME

Spritualitas Anak Cucu Adam (GIBRAN)

AFORISME

v Realitas seseorang itu bukan pada apa yang dibukakannya kepadamu, tetapi pada apa yang ditutupinya darimu.

Karena itu, jika kau ingin memahaminya, jangan dengarkan apa yang dikatakannya tetapi apa yang tidak dikatakannya.

v Persahabatan itu adalah pertanggungjawaban yang manis, bukannya peluang.

Jika kamu tidak memahami teman kamu dalam semua keadaan maka kamu tidak akan pernah memahaminya.

v Pikiranmu dan hatiku tidak akan pernah akur kecuali pikiranmu berhenti hidup dalam angka-angka danhatiku berhenti dalam kabut.

v Kata seekor serigala santun kepada kambing yang bodoh, “maukah kamu memberi kami kehormatan dengan berkunjung kerumah?”. Dan kambing menjawab “kami akan merasa terhormat mengunjungi rumahmu bila rumahmu itu tidak berada dalam perutmu.”

v Kedermawanan bukanlah dalam memberikan yang lebih aku perlukan dari yang kamu perlukan tetapi daloam memberiku apa yang lebih kamu perlukan dari yang aku perlukan.

v Satu bentuk pemuasan diri yang aneh! Ada saat-saat ketika aku ingin dijahati dan ditipu, agar aku bisa menertawakan mereka yang berpikir bahwa aku tidak tahu sedang dijahati dan ditipu.

v Juka seseorang menertawaimu, kamu bisa mengasihaninya; jika kamu menertawainya kamu mungkin tidak akan bisa memafkan dirimu.

Jika seseorang menyakitimu, kamu bisa melupakann sakitnya; tetapi jika kamu menyakiti dia kamu akan selalu ingat.

Sesuangguhnyalah orang lain itu bagian diri kamu yang paling sensitive dalam tubuh lain.

v Kemurahan adalah memberi lebih dari yang kamu mampu, dan keangkuhan adalah menerima kurang dari yang kamu butuhkan.

v Jauhkan aku dari orang-orang yang berkata. “Akulah lilin yang menerangi jalan orang,” tetapi dekatkan aku kepada orang yang mencari jalan melalui cahaya orang-orang.

v Kita boleh saja merubah menurut musim, tetapi musim tidak akan mengubah kita.

v Jika kamu pilih antara dua kejahatan, jatuhkan pilihanmu pada yang tampak ketimbang yang tersembunyi, walau yang pertama tampak lebih besar ketimbang yang kedua.

v Kamu maju bukan dengan memperbaiki apa yang sudah terjadi melainkan menggapai kearah apa yang belum terjadi

v Kata-kata tetap tidak akan berarti sampai diwujudkan dalam perbuatan

v kesalahan terburuk kita adalah kesibukan kita dengan kesalahan-kesalahan orang lain.

v Aku tidak pernah bicara tanpa keliru, karena pikiran-pikiranku berasal dari dunia abstraksi dan pernyataan-pernyataanku berasal dari dunia referensi.

v Orang yang paling baik adalah yang tersipu ketika kamu memujinya dan berdiam diri ketika kamu mencelanya.

v Si optimis melihat mawar bukan durinya; si pesimis memandang durinya, tidak melihat mawarnya.

v Cita rasa yang baik itu bukan dalam kemampuan melainkan pilihan yang tepat, tetapi dalam kemampuan melihat adanya kesatuan alami antara kuantitas dan kualitas

v Orang-orang membenci apa yang tidak mereka pahami adalah bagaikan orang-orang yang terkena demam yang tidak enak memakan makanan yang paling lezat sekalipun.

v Waktu-waktu yang berlalu melindas karya-karya manusia; tetapi mereka tidak menghapuskan impian-impiannya, juga tidak melemahkan dorongan-dorongan kreatifnya. Dorongan-dorongan ini tetap ada karena merupakan bagian dari jiwa abadi, walau tersembunyi atau tidur sekali-sekali, seperti matahari di malam hari dan bulan di waktu fajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar